View Full Version : kali jakarta
koridb
9th October 2008, 03:13 AM
Salam kenal semua
ini sekedar lamunan yang mungkin jadi kenyataan..
Ada bangunan seperti sebuah halte tepat di pinggir sungai di dukuh atas (sungai ciliwung mungkin ya.. gw juga lupa namanya). O iya sekarang ada tranportasi air yang rutenya memang lewat kali kali/ sungai besar di jakarta. Selintas sih masuk akal juga dan bisa di bilang okelah idenya buat ngalihin masalah kemacetan trasportasi di jakarta.
Tapi setelah liat kondisi sungainya, ide itu jadi basi lagi...
bayangin, sampahnya numpuk dimana mana, belum lagi bau yang di timbulkannya. Pertanyaan yang timbul pasti, apa perahunya bisa jalan, kalau pun jalan seberapa besar biaya yang dikeluarin untuk memperbaiki perahunya tiap bulan karena sampah yang sering nyangkut di motor kapal, trus apa nyaman penumpangnya dengan bau kalinya????... segudang ragu akan keberhasilan proyek itu buat orang ngedumel ke dinas tatakota DKI yang punya proyek itu.
Sebenernnya ide tranportasi air itu oke banget buat gw, apa lagi gw pernah denger katanya mo di jadiin rute pariwisata juga kaya di luarnegeri. Tapi yang disayangkan, kayanya proyek itu di jalanin terlalu terburu (maklum pelaksanaan proyek di mulai waktu masa jabatan sutiyoso mo abis.... ya asal jadi juga hasilnya alias jadi proyek kejar tayang doang).
Yang di pikiran gw, kenapa tatakota gak kerjasama sama pihak swasta atau buat LSM gitu, yang tugasnya ngelola sungai sungai di jakarta ini. Sebab gw pernah denger juga, sungai themes yang ada di london itu juga awalnya gak beda jauh kondisinya dengan sungai di jakarta sekarang ini.
Tapi LSM lingkungan mereka aktif untuk merevitalisasi sungainya, dan mereka juga yang ditugasin untuk menjaga kelestarian sungai itu hingga sekarang. Nah kenapa kita gak kaya gitu, kan banyak LSM kita yang bergerak di bidang lingkungan juga. Atau kalo mo lebih modal lagi, kerjasama dengan pihak swasta.
Hal itu akan lebih mudah kalau peraturan lahan kota di jalanin dengan baik dan tegas tentunya, seperti peraturan tidak boleh ada bangunan permanen di sepajang bantaran sungai (kalo gak salah 10 m dari tepi sungai). Jika yang satu ini aja di jalanin, gw yakin sungai jakarta akan lebih bersih...okelah untuk warna coklatnya belum, tapi hal itu bukan berarti mustahil. Sebab gw pernah nonton berita tv, ada seorang peneliti kita yang dapat menjernihkan air sungai dengan bahan/ alat yang sederhana dan bisa langsung di minum lagi.
Setelah bantaran sungai besih dari bangunan2 liar, perlu di buat terminal terminal penjaring sampah dari riol riol lingkungan... nah untuk ini gw punya ide tambahan. Tiap terminal penjaring sampah ini di jaga oleh seorang penjaga yang diberikan kios dalam bentuk bangunan non permanen (seperti warung warung rokok yang di suply oleh pabrik rokok). Jadi selain mendapat gaji dari pemda (yang gajinya di subsidi hasil dari pajak iklan di kios tersebut) juga dapat berjualan.
Setelah semua itu persiapan itu, tahap berikutnya buat blok blok sungai yang mau di revitalisasi, trus tawarin ke pihak swasta, dengan imbalan mereka dapat menjalankan usahanya di blok2 yang telah di siapkan. Tapi tentunya juga harus di tentukan jenis usaha yang bisa di terapkan di tepi sungai, misal cafe2 yang dominan ruang terbuka atau retail seperti kios2 souvenir atau malah cuman warung2 rokok. Sementara pemda dapat pemasukan dari penyewaan lokasi, billboard dst, yang bisa untuk subsidi maintenance sungai itu sendiri, selain itu juga pihak swasta di beri kewajiban untuk menjaga kebersihan sungai.
Gimana???... bisa gak ya, hasil lamunan gw ini jadi kenyataan. Sebab sebenernya gw pengen banget liat sungai sungai di jakarta ini jadi oke punya....
Salam
kori (http://www.koriland.blogspot.com)
Janda Arjuna
9th October 2008, 11:13 AM
[I][COLOR="Green"]
Gimana???... bisa gak ya, hasil lamunan gw ini jadi kenyataan. Sebab sebenernya gw pengen banget liat sungai sungai di jakarta ini jadi oke punya....
Salam
kori (http://www.koriland.blogspot.com)
Ini sih bukan cuma keinginan Om Koridb saja....saya dan teman2 yg lain juga pasti punya keinginan yang sama. ya ga? ya ga? siapa sih yg ga mau sungai2 di jakarta jadi bagus? siapa tau kan jadi potensi wisata juga...
oia, salam kenal ya Om Koridb. Jangan marah kalo dipanggil "Om", soalnya saya memang memanggil semua anggota forum yg cowok dengan sebutan "Om". Biar lebih akrab, kan semuanya keluarga....kekekekek :D
koridb
11th October 2008, 01:45 PM
Gak masalah mo dipanggil apa aja yang penting masih enak didengernya..hehe
Sebenernya ide ini pengennya berkembang jadi konsep yang bisa di jadiin proposal untuk buat suatu kegiatan yang di sponsorin ama swasta, itung2 buat proyek jangka panjang..
makanya ide ini terbuaka untuk semua ...
syukur2 kalo ada yang bisa sampe analisa lapangan...
salam
ditunggu ide2 tambahannya
kori (http://www.koriland.blogspot.com)
RM Seta
12th October 2008, 09:44 AM
salam kenal koridb,
lamunannya asik jg.
apa bisa direalisasikan? ya ambil positifnya aja, BISA.
caranya.. wah ini yang agak rumit sptnya.
karena yang terlibat dalam urusan ini banyak banget. mulai dari masyarakat pinggir sungai, pemda, swasta, sampai LSM spt kata kori.
caranya, ya mirip2 usulan kori jg.
tp menurutku, balik lagi ke cara pelaksanaannya.
"sungai way" yang pernah digagas sutiosi dl itubisa jadi contoh buruk tidak/kurang adanya koordinasi antara pihak terkait. memang kesannya dipaksakan karena kejar setoran. selain itu debit airnya jg gak bagus. kalau lagi musim panas, sungainya bisa surut, kapalnya gak jalan. atau gara2 sampah, air bau, dsb.
nah kl mau kyk di luar negeri, mesti beresin sungainya dulu. beresin dari hulu hingga hilir. kualitas airnya gimana? kl mau bikin jadi bening, wuih mesin segede apa yang dipakai. lagian disepanjang sungai itu masih bnyak pula orang yang buang limbah RT sampai limbah industri. nah ini jg mesti diberesin.
kerjasama dengan jasa LSM, yaa mungkin saja bisa. asal LSM-nya nggak cuma berkoar2 stop pencemaran lingkungan doang. LSM jg mesti aktif jaga lingkungan dan mendidik masyarakat untuk lebih arif terhadap lingkungan.
saya pribadi setuju banget .. kalau kita punya sungai way, kali way, untuk transportasi atau wisata. yuk kita wujudin!
zaka
12th October 2008, 09:46 AM
halo mas ... salam kenal juga..
saya termasuk penggemar arsitektur kota.. senang rasanya hidup di kawasan yang tertata dengan layer-layer kehidupan yang saling terhubung.. hehe..
masalah utama pembangunan /penataan perkotaan di kita..rata-rata dilakukan berdasarkan untung/rugi jangka pendek (5-10 tahun).. sedikit yang kuat untuk melaksanakan pembangunan kota untuk jangka waktu ke dpan yang lebih banyak... gampangnya liat aja penataan kota ala Belanda di kota Bandung, penataan mampu bertahan lama (minimal sampe taon 1980-an,sekarang sih sdh terdegradasi)karena semua terikat dengan masterplan yang matang.. tidak mengawang-awang.. sesuai dengan tuntutan masyarakat...
merevitalisasi kawasan sungai /(waterfront) sudah dilakukan sedikit di kawasan ibu kota, namun masalahnya .. pembangunan tidak simultan bersama elemen lainnya, jadinya ya.. ga ada teknologi biar air sungai tidak surut, shingga kapal tidak kandas.. skarang sebagian dihentikan operasinya, karena air surut...
mungkin kalo kita bisa kembali berkarya dengan hati.. pemerintah kota kita gak akan tergoda dengan godaan jangka pendek..
..setelah reformasi,..sialnya... pembangunan kita tidak memiliki masterplan yang jelas... mayoritas didasarkan atas untung-rugi proyek/ investasi (bagi-bagi proyek, tergantung kesepakatan politik)...
salam urbanis... hihi
iDEA Fans
13th October 2008, 02:18 PM
Masterplan.saya setuju dengan Om zaka. Apa pendirian kota Jakarta, sudah dibuat masterplannya (minimal dari Bangsa Penjajah). Kita bisa melanjutkan, jika itu dianggap baik.
dan regulasi yang ketat, jika masterplan itu sudah dibentuk.
permasalahan debit air, memang menjadi kendala tersendiri. dan saya ga tw apa itu armadanya tetap bisa berjalan, misalkan debit air berkurang <diedit tadinya pakai t>. (bukan ahli teknik pengairan:p)
soal penjernihan air, bisa saja dilakukan (water treatment). seperti yang dilakukan Lippo group, lewat lippo karawaci. Juga PDAM palyja, yang menjernihkan air sungai untuk kepentingan bisnis.
tapi jika masyarakat diberikan penCERAHAN tentang pentingnya air sungai, saya yakin, cokleatnya air berangsur2 akan bening.
butuh realisasi dari sebuah lamunan, DARI SEMUA. SAYA JUGA:p
msintia
19th October 2008, 09:57 PM
Wah tetep menarik ni kalo membahas ttg lanskap kota termasuk waterfrontnya. Sebuah masalah yang belum pernah terjawab.
Setujuh dengan ide lamunannya, tetapi bener juga kalo untuk ide seperti ini akan byk pihak terkait. Tapi yang kurang dari sini adalah sebuah komitmen baik yg punya program juga keterlibatan masyarakat disekitarnya. Soal LSM, hehehee selama aku 7 tahun disini, ya maaf2 aja kadang awalnya yang semangat, dan beberapa saat berikutnya akan lengah. Bahkan ada yang tidak sopan untuk memanfaatkan ide tersebut hanya utk ajang cari dana dari lembaga donor dan lainnya.
Kalo ndak salah dulu ada gerakan pecinta kali bersih apa gitu yang sempet kedengeran, lalu sekarang? lalu transportasi air di daerah kali depan Sanglira itu gimana skrg? kapalnya malah terparkir tidak terurus.
Jadi kyknya hrs bener2 program yang bagus dengan komitmen yang kuat didalamnya. Byk loh setahu aparat2 dinas yang udah dikirim belajar ke negeri2 yang jago dalam masalah waste water management lalu perairan kota dsb2nya, tetapi belum ada gaung2 hasil studinya. *maaf bukan menyudutkan satu pihak ya* soalnya apa2 yang akan dilakukan di badan2 air wilayah kota tetep jatuhnya ke 2 dinas, dinas tata kota dan dinas pertamanan bukan?
Kembali lagi masalah ada uang program jalan, ndak ada monitoring program ditendang hahahaaa...
Monggo Mas, didukung action dr lamunannya ;)
koridb
21st October 2008, 06:32 PM
Wah.. seneng juga ada yang sependapat ama lamunan hamba. :)
Kalo cuman gerakan atau kegiatan2 spontanitas emang agak susah tuk ngerubah paradigma orang (hamba juga pernah liat di TV, kalo gak salah yang ngadain dari kel. pecinta alam Wanadri), tapi kalo dilakuin secara kontinu kayanya lumayan ngaruh, dan itu juga harus ada penyuluhan2 ke warga yg tinggal di bantaran sungai.
Gw udah coba browsing2 tuk management wastewater treatment, tapi kebanyakan dapetnya yang skala2 besar ... jadi minder liatnya, alias agak susah buat ngejalaninnya (butuh modal gede, yang pasti balik ke PEMDA lagi).
Ada yang punya ide kecil2an gak, ya untuk penyelesaian riol ke sungai skala RT, untuk pemukiman2 padat tepi sungai.....
ya kalo hamba seh.... baru ide penempatan orang aja (seperti yg gw paparin diawal, penempatan orang di tiap ujung riol yang menuju ke sungai yang di gaji dengan memberikan warung). nah untuk untuk masalah teknisnya ya masih bayangan...
koridb (http://www.koriland.blogspot.com)
msintia
22nd October 2008, 11:44 PM
Wah.. seneng juga ada yang sependapat ama lamunan hamba. :)
Kalo cuman gerakan atau kegiatan2 spontanitas emang agak susah tuk ngerubah paradigma orang (hamba juga pernah liat di TV, kalo gak salah yang ngadain dari kel. pecinta alam Wanadri), tapi kalo dilakuin secara kontinu kayanya lumayan ngaruh, dan itu juga harus ada penyuluhan2 ke warga yg tinggal di bantaran sungai.
Gw udah coba browsing2 tuk management wastewater treatment, tapi kebanyakan dapetnya yang skala2 besar ... jadi minder liatnya, alias agak susah buat ngejalaninnya (butuh modal gede, yang pasti balik ke PEMDA lagi).
Ada yang punya ide kecil2an gak, ya untuk penyelesaian riol ke sungai skala RT, untuk pemukiman2 padat tepi sungai.....
ya kalo hamba seh.... baru ide penempatan orang aja (seperti yg gw paparin diawal, penempatan orang di tiap ujung riol yang menuju ke sungai yang di gaji dengan memberikan warung). nah untuk untuk masalah teknisnya ya masih bayangan...
koridb (http://www.koriland.blogspot.com)
Wah keren tu Mas, boleh tu diterapkan. Pastinya ndak satu org loh yg punya ide brilian. Apalagi jika tyt pas kalo mas juga staf di kedua dinas tersebut, jd bisa lsg praktek.
Soalnya kalo kelamaan berkutat hanya di kebijakan2 aja, tetep jalan di tempat kyknya ni.
Belakangan ini aku sering meninjau Taman2 PKK ibu2 sejakarta, ide mereka banyak loh buat menghijaukan lingkungan. Bahkan bisa menghasilkan dr koleksi tanaman Toganya. Coba aja liat di lokasi Ibu2 PKK di Cipulir dsb2nya. Pelopor komposting di komplek Rajawali di joglo juga patut dilirik tu, malah rela menggunakan tanah pribadi utk pemberdayaan masyarakat sekitar utk membuat kompos utk minimal swadaya rumah sendiri, bahkan kalo bisa juga sebagai celah pendapatan tambahan utk keluarga. Juga sistem rembug kampung yang diterapkan di pemkot Malang, dengan kota sejuta pohonnya juga patut diacungkan jempol. Maka rasanya utk kali jakarta masih bisa optimis lah.
Tapi wondering aja jika kali yg ada kanan kirinya gedung2 besar dan perkantoran. Cenderung susah diajak kerja sama kecuali hy dengan sumbangan uang, dah sibuk sama sini kyknya.
Tetep masih optimis kok, walau tetep aja komitmen dengan masing2 tugasnya tetap dipegang teguh.
koridb
25th October 2008, 04:35 PM
Sekedar sketsa ide penangkap sampah dari riol lingkungan yang menuju sungai...:p
zaka
27th October 2008, 10:20 AM
Wah.. seneng juga ada yang sependapat ama lamunan hamba. :)
Kalo cuman gerakan atau kegiatan2 spontanitas emang agak susah tuk ngerubah paradigma orang (hamba juga pernah liat di TV, kalo gak salah yang ngadain dari kel. pecinta alam Wanadri), tapi kalo dilakuin secara kontinu kayanya lumayan ngaruh, dan itu juga harus ada penyuluhan2 ke warga yg tinggal di bantaran sungai.
Gw udah coba browsing2 tuk management wastewater treatment, tapi kebanyakan dapetnya yang skala2 besar ... jadi minder liatnya, alias agak susah buat ngejalaninnya (butuh modal gede, yang pasti balik ke PEMDA lagi).
Ada yang punya ide kecil2an gak, ya untuk penyelesaian riol ke sungai skala RT, untuk pemukiman2 padat tepi sungai.....
ya kalo hamba seh.... baru ide penempatan orang aja (seperti yg gw paparin diawal, penempatan orang di tiap ujung riol yang menuju ke sungai yang di gaji dengan memberikan warung). nah untuk untuk masalah teknisnya ya masih bayangan...
koridb (http://www.koriland.blogspot.com)
saya mendukung semangat abang koridb untuk mencari solusi masalah kota dari lingkup terkecil..
masalah terbesar untuk kasus water front atau bantaran kali adalah mengubah "kiblat" penduduk sekitarnya.. untuk menjadikan sungai sebagai potensial view untuk orientasi rumahnya. Sungai harusnya jangan lagi dijadikan "pantat" dari pemukiman yang berada di pinggir sungai... saya rasa bila orientasi dah berubah.. kita lebih gampang menyemangati warga bantaran dengan ide-ide pendayagunaan dari potensi-potensi yang ada di sungai...
iDEA Fans
27th October 2008, 03:59 PM
Sekedar sketsa ide penangkap sampah dari riol lingkungan yang menuju sungai...:p
kang Zaka, bak kontrol penangkal sampah atau penagkap? dan posisinya ada di samping kali itu? sistem kerjanya seperti apa?
hanya bertanya, coz seneng liat wujud konkret dari ngobrolan ini. kang zaka yahud:)
zaka
27th October 2008, 05:27 PM
kang Zaka, bak kontrol penangkal sampah atau penagkap? dan posisinya ada di samping kali itu? sistem kerjanya seperti apa?
hanya bertanya, coz seneng liat wujud konkret dari ngobrolan ini. kang zaka yahud:)
cie cie.. saya tersipu..
apan yang ngedesain bak kontrol di samping mah bang koridb..mungkin dia yang lebih tepat ngejelasin kali yaak..
kalo prinsipnya si... air itu tidak selalu langsung dari mata air di hulu sungai, tapi banyak juga yang dari riol riol (selokan) di kota..terutama pengirim sampah-sampah perusak mutu air sungai.... nanti bak itu posisinya berada di "muara" riol kota yang menuju ke sungai..bgitu kali ya pak koridb??..hehe
koridb
27th October 2008, 11:27 PM
Begini penjelasannya bapa'2..... heheheh
1. bak kontrol menampung semua aliran air dari riol lingkungan,
2. sampah2 berat di jaring agar tidak masuk sungai
3. dari sini sebagian air dialirkan ke sumur resapan, dan sebagian lagi langsung ke sungai.
Permasalahan hamba
1. untuk sumur resapannya, ada yang tau gak formula untuk
me-"reduce" zat2 berbahaya yang akan di alirkan ke dalam tanah lewat sumur resapan ini
2. formula untuk me-"reduce" zat2 berbahaya yang akan di alirkan langsung ke
sungai (terutama limbah2 rumah tangga)
... ????
begitu pa'
iDEA Fans
28th October 2008, 11:33 AM
waa..d yang miss...sori bung koridb, saya kira kanag zaka. ga baca dari awal..hehehehe..
ide nya brilian.
tp itu memang dibuat pada pertemuan riol, menuju k sungai atau kali. jadi mungkin secara swadaya dibebankan ke rukun warga (misalnya)
kl ada anggaran daerah, sih lebih bgs..(mode : sok tahu)
untuk formula me-"reduce" air yang terserap dari riol HARUSnya ada. seperti yag dilakukan PDAM atau pengembang lippo karawaci:D
msintia
6th November 2008, 11:39 AM
70 Persen Sungai Indonesia Tercemar
KOMPAS. Rabu, 5 November 2008 | 14:40 WIB
PADANG, RABU - Sejumlah 70 persen sungai di Indonesia tercemar. Penyebabnya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memperhatikan sanitasi. Sungai tercemar itu tidak bisa lagi digunakan secara maksimal untuk aneka kebutuhan.
Dari data dampak ekonomi dari sanitasi di Asia Tenggara tahun 2008, beberapa sungai yang tercemar adalah Sungai Deli, Sungai Batanghari, Sungai Musi, Sungai Air Bengkulu, Sungai Ciliwung, Sungai Citarum, dan Sungai Brantas.
Perilaku manusia yang menyumbangkan pencemaran sungai antara lain kebiasaan membuang hajat di sungai. Selain itu, tinja yang diserap oleh mobil tangki langsung dibuang ke sungai tanpa pengolahan terlebih dulu.
Di sisi lain, sungai masih menjadi tempat kegiatan masyarakat seperti mandi dan mencuci. Perusahaan seperti PDAM juga mengambil air baku untuk minum dari sungai.
"Cara mengubah perilaku manusia untuk buang hajat di sungai lebih efektif dilakukan dengan memberikan alasan-alasan berupa dampak ekonomi. Sebagai contoh, saya pernah memberikan argumen kepada masyarakat di tepi Sungai Batanghari, bahwa kebiasaan membuang hajat di sungai akan merugikan mereka karena air sungai digunakan untuk mencuci batang sagu yang akan dikirim ke Malaysia," ujar Wahanuddin, tim teknis dari Dinas Kesehatan untuk Sanitasi Indonesian Sanitation Sector Development Program (ISSDP), Rabu (5/11) saat diskusi media di Padang.
Karena itu, peningkatan kesadaran sanitasi dibutuhkan untuk menjaga kelestarian sungai. (ART)
Agnes Rita Sulistyawaty
http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/05/14401055/70.persen.sungai.indonesia.tercemar.
vBulletin® v3.7.4, Copyright ©2000-2012, Jelsoft Enterprises Ltd.