View Full Version : Fara need help
fara
20th October 2008, 07:33 PM
Pagi itu, tiba-tiba ponselku berdering. Seorang kawan menelepon. Bla..bla..bla.. diakhir pembicaraan via telepon, dia menanyakan kepadaku, apa aku masih betah kerja di kantorku sekarang. Spontan ku jawab, "ya betah lah..."
Eh, dia nanyain juga, di tempatku bekerja sekarang gimana gajinya? apakah selalu ada kenaikan, apakah per 3 bulan atau berapa? dan kujawab bla..bla..bla..
Sejenak ku berpikir, apakah pertanyaan kawanku itu ada dalam benak pikiranku? kurasa tidak. Detik itu pula ku berpikir, salahkah aku, yang notabene masih fresh graduate, tak pernah memikirkan tentang gaji, kapan naiknya, nyamankah pekerjaanku?
Kan slalu kuingat, ketika kawanku menelepon ataupun sms, yang dia tanyakan adalah mengenai gaji dan gaji. Orang yang kuanggap cukup berpikiran ke depan, ternyata "money oriented". Benarkah ia?
Dear friends, bagi yang udah makan asam garam, dah kenyang pengalaman, bisa berbagi sedikit cerita, dulu seperti apa kalian di saat masih bau kencur. Terbesitkah dalam pikiran kalian gaji merupakan kunci kita untuk mencari pekerjaan? Apakah bekerja harus selalu nyaman? Dan bagaimana kehidupan awal kerja kalian hingga kalian bisa sukses?
sigit@karir.com
21st October 2008, 08:56 AM
Dear Tante fara.mudah mudahan artikel yang pernah jadi newsletter ke career hunter di karir.com ini bisa membantu kegundahannmu.
Tetap semangat
Pilih "Kolam Besar" atau "Kolam Kecil"?
Ada yang bilang, perusahaan bisa diibaratkan sebagai kolam dan karyawan adalah ikannya. Asumsinya, makin besar ikan makin besar wewenang dan kekuasaannya. Dalam meniti karir, kita bisa memilih, mau jadi ikan besar di kolam kecil atau jadi ikan kecil di kolam besar. Atau mungkin jadi ikan besar di kolam besar dan kemungkinan-kemungkinan lainnya.
Yang pasti setiap pilihan memiliki tuntutan dan konsekuensinya masing-masing. Sebelum Anda menentukan pilihan, mungkin telaah berikut ini bisa dijadikan pertimbangan:
Gengsi Ikut Terangkat
Bila Anda bekerja di perusahaan besar yang sudah sangat mapan, maka berita baiknya di mata “pasar” gengsi dan nilai Anda juga ikut terangkat. Anda bisa memperkenalkan jabatan Anda dengan percaya diri. Begitu juga dalam melakukan negosiasi dengan pihak luar (pemasok, mitra dll) bargaining power Anda juga otomatis lebih tinggi dibandingkan bila Anda bekerja di perusahaan kecil.
Anda juga bisa berharap, mungkin suatu hari nanti Anda akan dibajak oleh perusahaan lain, atau paling tidak, Anda tidak akan terlalu sulit mencari pekerjaan di tempat lain setelah keluar dari perusahaan tersebut. Sayangnya, gengsi ini kadang tidak sejalan dengan gaji Anda. Bisa jadi setelah Anda tengok kanan-kiri, Anda yang telah bekerja sekian tahun di perusahaan besar ternyata mendapat gaji jauh lebih kecil daripada teman Anda yang bekerja di perusahaan kecil dengan jabatan serupa. Bila ini menjadi masalah, boleh saja Anda menjajaki peluang menjadi ikan besar di kolam kecil. Cari saat yang tepat dan perusahaan yang tepat, coba melamar untuk posisi yang lebih tinggi dengan meminta gaji lebih tinggi.
Sistem dan Prosedur Yang Standar
Perusahaan-perusahaan besar yang mapan biasanya telah menerapkan sistem dan prosedur (sisdur) standar yang baku dan teruji. Yang positif dari hal ini adalah bahwa hak, kewajiban dan tugas-tugas masing-masing karyawan sudah jelas. Anda tinggal menjalani saja dan tidak dituntut untuk menciptakan sisdur baru yang perlu trial dan error lagi. Demikian pula paket kompensasi (gaji, tunjangan dan jaminan lainnya) biasanya sudah terstruktur dengan baik dan dibuat mengikuti ketetapan pemerintah. Bila ini adalah tempat bekerja Anda yang pertama, maka Anda bisa belajar mengenali sisdur di berbagai departemen secara garis besarnya.
Negatifnya, dalam hal ini kerapkali sulit untuk mempelopori suatu perubahan. Bila Anda adalah seorang yang sangat kreatif dan berani mengambil terobosan-terobosan baru, rasanya Anda tidak akan terlalu diakomodir di perusahaan semacam ini, kecuali Anda berada di posisi puncak.
Spesialisasi, Mutasi dan Promosi
Di perusahaan besar dengan jumlah karyawan yang mencapai ratusan atau mungkin ribuan, masing-masing karyawan biasanya lebih diarahkan untuk menjadi spesialis sebagai lawan dari menjadi “si serabutan” bila Anda bekerja di perusahaan kecil. Di perusahaan besar, Anda bisa menjadi sangat trampil di satu bidang tertentu setelah bekerja beberapa tahun. Sementara di perusahaan kecil, kadang Anda dituntut untuk menangani beberapa jenis pekerjaan sehingga Anda bisa trampil dalam beberapa bidang sekaligus, bila Anda memang mau belajar banyak hal.
Di perusahaan kecil, persaingan untuk mendapatkan promosi atau naik jabatan, relatif lebih mudah. Si good performer akan mudah terlihat, sehingga jalan untuk dipromosikan lebih lapang. Di perusahaan besar, lebih berat karena jumlah pesaing lebih banyak dan kadang juga sulit bagi Anda untuk bisa terlihat. Bisa jadi Anda sudah menelurkan banyak prestasi, tetapi tetap tidak terlihat oleh atasan-atasan Anda. Persaingan ketat biasanya berarti kecenderungan untuk terjadinya permainan politik di kantor juga meningkat, sehingga mungkin Anda sulit naik jabatan karena memang ada pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Anda mendapatkan promosi. Banyak yang bilang, untuk menjadi ikan besar di kolam besar, kompetensi saja mungkin tidak cukup, tetapi dibutuhkan juga suatu kematangan berpolitik.
Di perusahaan besar, terbuka peluang untuk mutasi ke bagian lain, baik yang diinginkan atau tidak. Bila Anda tidak perform di suatu departemen, entah karena salah penempatan atau lainnya, Anda mungkin akan dipindahkan ke departemen lain yang lebih sesuai dengan kompetensi Anda. Atau bila karir Anda sudah mentok di departemen terentu karena bos Anda juga tidak bergeming di posisinya, padahal prestasi Anda diakui, maka mungkin masih terbuka peluang bagi Anda untuk dimutasi sekaligus promosi ke jenjang lebih tinggi di departemen lain. Sedangkan di perusahaan kecil, karena organisasinya memang sederhana, Anda tidak punya banyak pilihan.
Last but not least, tahukah Anda apa yang paling menggairahkan dengan menjadi ikan besar di kolam kecil? Tantangan untuk mengubah kolam kecil menjadi kolam besar! Jadi, pilihan mana yang lebih baik? Kolam besar atau kolam kecil? Cuma Anda sendiri yang bisa memutuskan berdasarkan analisis terhadap kondisi dan segala atribut yang Anda miliki saat ini.
RM Seta
21st October 2008, 10:15 AM
Pagi itu, tiba-tiba ponselku berdering. Seorang kawan menelepon. Bla..bla..bla.. diakhir pembicaraan via telepon, dia menanyakan kepadaku, apa aku masih betah kerja di kantorku sekarang. Spontan ku jawab, "ya betah lah..." ............
mmm
tante fara. datang2 malah curhat.
jd ini sebabnya tante fara gak muncul2 di forum..
gara2 mikirin gaji yg gak naik2...
nyante aja tante. saran dari oom sigit@karir.com bisa dilakukan.
rumput tetangga bisa jadi lebih hijau. kalau mau buat yg spt itu di rumah. bisa aja. yang penting niat dan usaha..
bukan banding2kan doawang..
selamat berusaha tante fara. tetap semangat.:D
iDEA Fans
21st October 2008, 10:39 AM
Nimbrung ah...
sesama newbie, sama kayak fara.
ada yang pernah kasih nasehat, cari sesuatu dalam hidup supaya Individu lebih bernilai. bukan gaji, atau jabatan. emang enak jabatan tinggi, banyak yang dipikirin..hihihihi.
om sigit@karir.com bener banget.
purwoshop
21st October 2008, 10:45 AM
kerjaan yang paling enak si menurut ku bukan berdasarkan gaji..
tp kerjaan apa yang membuat kita banyak bersyukur.. cie cie
setuju sama aa zaka :D
zaka
21st October 2008, 10:48 AM
kerjaan yang paling enak si menurut ku bukan berdasarkan gaji..
tp kerjaan apa yang membuat kita banyak bersyukur.. cie cie
akamaru
21st October 2008, 12:36 PM
kalau buat saya sih yangpenting kita bisa banyak belajar dari apa yang kita kerjakan. Yang namanya orang kerja, politik kantor pasti ada, mau perusahaan besar atau kecil. Semua sih tergantung dari kitanya aja.. mau ikut arus atau berpegang pada suatu nilai yang kita anggap baik.
Jangan pernah takut untuk sendiri kalau dengan sendiri itu banyak hal yang bisa kita pelajari dan dapetin.
amamaru
21st October 2008, 03:18 PM
Dan bagaimana kehidupan awal kerja kalian hingga kalian bisa sukses?
sukses itu sendiri menurut mba fara apa sih?
Le Cupbusier
21st October 2008, 07:40 PM
"Apakah bekerja harus selalu nyaman?"
Mbak Fara yang caem, pertanyaan itu yang membuat saya merinding, dibanding pertanyaan soal gaji..
Memang, seringkali kita mengeluh betapa beratnya kerjaan kita, belum lagi jika diiringi mikirin gaji, ugh.. Nyaman. Itu yang selalu terbesit di benak kita. Nine to five. Selalu begitu. Sambil berharap dapat bonus dari kantor. (maaf) mungkin kayak pns gitu lah. (ga semuanya lho, cuman perumpamaan).
Nyaman memang, tapi....yakin nyaman? kalo Anda orang yang mau disamakan dengan orang lain, mungkin jawabannya iya. Namun, tidak inginkah kelak ketika bercerita kepada anak cucu kita, "Nak, dulu mama waktu muda susah hidupnya. Ngekos, makan sehari dua kali, kadang pake mie, akhir bulan suka minjem duit, tapi mama ga nyerah, belajar masak berbagai jenis makanan, jualan ampe tengah malam, trus kena palak, tapi mama tetap sabar, hingga sekarang kamu bisa liat, catering mama udah terkenal di Indonesia, punya banyak cabang, semua berkat kerja keras."
Coba bandingkan. "Nak, dulu mama waktu muda enak lho. Sama eyang dititipin ke pak lurah. Trus mama diangkat jadi pns. Kadang kalo siang curi waktu buat belanja ke mal. Sering dapat percikan uang pas lagi ada proyek bareng kontraktor. Sekarang, tiap bulan terima pensiunan."
Ironis, nyaman tapi tak ada yang bisa dibanggakan.
- Kenyamanan kan hadir tatkala kau lalui ketidaknyamanan -
Salam super! hahaha...
martagallery
21st October 2008, 09:33 PM
Buat aku yg udah kerja lebih dari 15 taon dan sekarang usaha sendiri, tetap usaha sendiri jauh lebih enuak dari pada kerja..............wakakakakak
Gaji itu penting bo........buat kita beli baju bagus supaya penampilan kita jadi bagus, penampilan bagus kepercayaan orang / customer bertambah.
Karier juga penting, semakin tinggi karier kita semakin banyak kolega penting yang kita bisa kenal..........
kalau kenyamanan di tempat kerja, itu yang tidak penting, karena kita di tempat kerjaan yang tidak enak suasananya sekalipun akan menjadi enak karena kita yang membuat tempat kerja kita menjadi nyaman, kalau orang bilang kantor kita jadi enak yach semenjak ada dia....................
suit suit...............gitu dech
Salam,
marta gallery
anglingarsitek
22nd October 2008, 11:41 AM
kalo saya sih..... JUST DO IT. ..(POKOKE DUIT) hehehehe becanda, ngga lah...kalo saya sih mau kerja ya kerja, kalo mau naek gaji ya minta, kalo mau pindah kerja, ya pindah. lakukan....lakukan dengan baik ...yang laen pasti bakal mengikuti baik juga. nothing to lose ajah.
alhamdulillah udah bikin usaha sendiri...kadang rindu juga saat saat lalu... sekarang walau lebih pusing tapi puas dan asyik.
yang penting kebutuhan lahir bathin keluarga terpenuhi, hobby terpenuhi, menabung, memperbanyak temen, berusaha untuk terus meningkatkan taraf hidup, jangan lupa berdoa.
caiyo mba fara.
Janda Arjuna
22nd October 2008, 01:31 PM
Mbak Fara, kalo menurut saya, terlalu naif kalo kerja cuma mikirin gaji. Ada banyaaaaak hal, terutama buat kita2 yg masih baru meniti karir, yang lebih bernilai daripada gaji. Pengalaman dan ilmu....
Kalo saya sih, biar gaji kecil kalo tempat kerja itu bisa bikin saya berkembang, lebih pinter, lebih maju, bahkan bisa bikin saya menguasai banyak hal, itu yang bakalan saya pilih. Ilmu dan pengalaman itu kan investasi masa depan.
Ke depannya, kalo kita udah merasa cukup berpengalaman, kan bisa bikin usaha sendiri. Kaya Om Angling atau Mbak Marta.
Jadi hari tua ga cuma untuk mengenang masa muda. Tapi hari tua makin bahagia karena masih bisa berkarya dengan ilmu dan pengalaman yang kita punya. Terlalu idealis ga sih? Tapi gapapa-lah...yg pasti bisa bikin semangat!! [sok bijak mode on] :cool:
msintia
22nd October 2008, 11:18 PM
kerjaan yang paling enak si menurut ku bukan berdasarkan gaji..
tp kerjaan apa yang membuat kita banyak bersyukur.. cie cie
setujuh.............................
karena mau ngukur kesuksesan pake besarnya gaji?? weleh kayak ngukur ketinggian langit dong :)
:cool:
kenny
23rd October 2008, 04:37 PM
aku setuju sama mas angling, ikut bae lah... apa yang sedang kita hadapi sekarang ya dinikmati aja, belum tentu gaji tinggi itu segalanya, pasti tanggung jawab dan resikonya tinggi juga, dulu suka kesel kalo denger temen ngasih statemen 'hah, sekolah tinggi2 cuma dibayar segitu? highly educated must be highly paid..', langsung lemes deh, rasanya pengen pindah2 kerja teruss...tapi...semua itu proses lah.. sesuatu yang enak itu kan timbulnya karena kita sebelumnya ngerasain yang ga enak. Pasti ada nilai2 yang 'priceless' kok dek Fara dari apa yang dirimu lakukan saat ini, 'time management' misalnya, 'how to handle client' atau 'how to solve the problem', percaya deh, hal-hal yang kaya gitu berguna banget nantinya..so..enjoy..:D
fara
23rd October 2008, 09:41 PM
sukses itu sendiri menurut mba fara apa sih?
Eeee...apa yach? kalo fara bilang sih sukses tuh ya bagaimana membuat orang lain jadi tersenyum, gitu. Terlalu simpel ya, tapi coba pikirin, pasti dalem maknanya... Bagaimana bapak-bapak ibu-ibu, bener ga?
fara
23rd October 2008, 09:44 PM
Dear Tante fara.mudah mudahan artikel yang pernah jadi newsletter ke career hunter di karir.com ini bisa membantu kegundahannmu.
Tetap semangat
Pilih "Kolam Besar" atau "Kolam Kecil"?
Ada yang bilang, perusahaan bisa diibaratkan sebagai kolam dan karyawan adalah ikannya. Asumsinya, makin besar ikan makin besar wewenang dan kekuasaannya. Dalam meniti karir, kita bisa memilih, mau jadi ikan besar di kolam kecil atau jadi ikan kecil di kolam besar. Atau mungkin jadi ikan besar di kolam besar dan kemungkinan-kemungkinan lainnya.
Yang pasti setiap pilihan memiliki tuntutan dan konsekuensinya masing-masing. Sebelum Anda menentukan pilihan, mungkin telaah berikut ini bisa dijadikan pertimbangan:
Gengsi Ikut Terangkat
Bila Anda bekerja di perusahaan besar yang sudah sangat mapan, maka berita baiknya di mata “pasar” gengsi dan nilai Anda juga ikut terangkat. Anda bisa memperkenalkan jabatan Anda dengan percaya diri. Begitu juga dalam melakukan negosiasi dengan pihak luar (pemasok, mitra dll) bargaining power Anda juga otomatis lebih tinggi dibandingkan bila Anda bekerja di perusahaan kecil.
Anda juga bisa berharap, mungkin suatu hari nanti Anda akan dibajak oleh perusahaan lain, atau paling tidak, Anda tidak akan terlalu sulit mencari pekerjaan di tempat lain setelah keluar dari perusahaan tersebut. Sayangnya, gengsi ini kadang tidak sejalan dengan gaji Anda. Bisa jadi setelah Anda tengok kanan-kiri, Anda yang telah bekerja sekian tahun di perusahaan besar ternyata mendapat gaji jauh lebih kecil daripada teman Anda yang bekerja di perusahaan kecil dengan jabatan serupa. Bila ini menjadi masalah, boleh saja Anda menjajaki peluang menjadi ikan besar di kolam kecil. Cari saat yang tepat dan perusahaan yang tepat, coba melamar untuk posisi yang lebih tinggi dengan meminta gaji lebih tinggi.
Sistem dan Prosedur Yang Standar
Perusahaan-perusahaan besar yang mapan biasanya telah menerapkan sistem dan prosedur (sisdur) standar yang baku dan teruji. Yang positif dari hal ini adalah bahwa hak, kewajiban dan tugas-tugas masing-masing karyawan sudah jelas. Anda tinggal menjalani saja dan tidak dituntut untuk menciptakan sisdur baru yang perlu trial dan error lagi. Demikian pula paket kompensasi (gaji, tunjangan dan jaminan lainnya) biasanya sudah terstruktur dengan baik dan dibuat mengikuti ketetapan pemerintah. Bila ini adalah tempat bekerja Anda yang pertama, maka Anda bisa belajar mengenali sisdur di berbagai departemen secara garis besarnya.
Negatifnya, dalam hal ini kerapkali sulit untuk mempelopori suatu perubahan. Bila Anda adalah seorang yang sangat kreatif dan berani mengambil terobosan-terobosan baru, rasanya Anda tidak akan terlalu diakomodir di perusahaan semacam ini, kecuali Anda berada di posisi puncak.
Spesialisasi, Mutasi dan Promosi
Di perusahaan besar dengan jumlah karyawan yang mencapai ratusan atau mungkin ribuan, masing-masing karyawan biasanya lebih diarahkan untuk menjadi spesialis sebagai lawan dari menjadi “si serabutan” bila Anda bekerja di perusahaan kecil. Di perusahaan besar, Anda bisa menjadi sangat trampil di satu bidang tertentu setelah bekerja beberapa tahun. Sementara di perusahaan kecil, kadang Anda dituntut untuk menangani beberapa jenis pekerjaan sehingga Anda bisa trampil dalam beberapa bidang sekaligus, bila Anda memang mau belajar banyak hal.
Di perusahaan kecil, persaingan untuk mendapatkan promosi atau naik jabatan, relatif lebih mudah. Si good performer akan mudah terlihat, sehingga jalan untuk dipromosikan lebih lapang. Di perusahaan besar, lebih berat karena jumlah pesaing lebih banyak dan kadang juga sulit bagi Anda untuk bisa terlihat. Bisa jadi Anda sudah menelurkan banyak prestasi, tetapi tetap tidak terlihat oleh atasan-atasan Anda. Persaingan ketat biasanya berarti kecenderungan untuk terjadinya permainan politik di kantor juga meningkat, sehingga mungkin Anda sulit naik jabatan karena memang ada pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Anda mendapatkan promosi. Banyak yang bilang, untuk menjadi ikan besar di kolam besar, kompetensi saja mungkin tidak cukup, tetapi dibutuhkan juga suatu kematangan berpolitik.
Di perusahaan besar, terbuka peluang untuk mutasi ke bagian lain, baik yang diinginkan atau tidak. Bila Anda tidak perform di suatu departemen, entah karena salah penempatan atau lainnya, Anda mungkin akan dipindahkan ke departemen lain yang lebih sesuai dengan kompetensi Anda. Atau bila karir Anda sudah mentok di departemen terentu karena bos Anda juga tidak bergeming di posisinya, padahal prestasi Anda diakui, maka mungkin masih terbuka peluang bagi Anda untuk dimutasi sekaligus promosi ke jenjang lebih tinggi di departemen lain. Sedangkan di perusahaan kecil, karena organisasinya memang sederhana, Anda tidak punya banyak pilihan.
Last but not least, tahukah Anda apa yang paling menggairahkan dengan menjadi ikan besar di kolam kecil? Tantangan untuk mengubah kolam kecil menjadi kolam besar! Jadi, pilihan mana yang lebih baik? Kolam besar atau kolam kecil? Cuma Anda sendiri yang bisa memutuskan berdasarkan analisis terhadap kondisi dan segala atribut yang Anda miliki saat ini.
Waow, komplet banget ya jawabannya, tapi teks books bgt, pak sigit, ceritain donk contoh kejadian nyatanya, misalin ttg orang sukses, atau pengalaman yang berkutat tentang kenyamanan kerja... please..
fara
23rd October 2008, 09:46 PM
mmm
tante fara. datang2 malah curhat.
jd ini sebabnya tante fara gak muncul2 di forum..
gara2 mikirin gaji yg gak naik2...
nyante aja tante. saran dari oom sigit@karir.com bisa dilakukan.
rumput tetangga bisa jadi lebih hijau. kalau mau buat yg spt itu di rumah. bisa aja. yang penting niat dan usaha..
bukan banding2kan doawang..
selamat berusaha tante fara. tetap semangat.:D
Yee, pak supmod tuh bisa aj, saya jarang nongol coz banyak kerjaan sehingga ga da waktu buat posting, kalo ngecek sih kadang2... Btw pak supmod bisa berbagi cerita ttg hal yang membuat kerja jadi semangat?
RM Seta
25th October 2008, 07:57 AM
@fara yang lagi gundah gulana
,
mau bikin kerja jadi semangat.
gampang ikuti aja tuh kata iklan.... "enjoy aja"
gampang kan?
nah sekali2 fara juga mesti liat ke dalam diri sendiri. fara tuh siapa apa dan bagaimana
habis tuh liat lingkungan, cocok gak sama lingkungan.
kl cocok bersyukurlah pada tuhan... dan berterima kasihlah pada lingkungan
jika tak cocok dan memang harus berada di sana.... ya enjoy aja..
jika tak kuasa menahan lara... kabur aja. cari lingkungan baru. sambil kabur.. ya enjoy aja.
mudah2an membantu
msintia
26th October 2008, 11:08 PM
Yee, pak supmod tuh bisa aj, saya jarang nongol coz banyak kerjaan sehingga ga da waktu buat posting, kalo ngecek sih kadang2... Btw pak supmod bisa berbagi cerita ttg hal yang membuat kerja jadi semangat?
Mo ikutan sumbang saran yaaa..
kalo aku si supaya moodnya oke, sering2 mandi hihihi
alias buat suasana n diri seger dulu.
Motivasi? hrs dari diri sendiri dulu. Tp tetep ya dibawa enjoy seperti apa kata temen2 semua
lestarilanskap
27th October 2008, 10:52 AM
Waduh jadi dejavu. kyk thread kegelisahannya kayd_satria :o
Fara, Kalu menurutku temen yg tiba2 nanya ttg gaji kamu itu ada beberapa kemungkinan :
1. Dia Head hunter yg mau ngerekrut kamu ke pekerjaan lain, jadi mau selidikin dulu kerjaan kamu sekarang.
2. Dia mau nawarin bisnis MLM
3. Dia juga lagi gelisah sama gajinya yg sekarang & lagi cari pembanding.
He3
Cheer up honey :o:p:o
kayd_satria
27th October 2008, 07:53 PM
setelah buka baru nyadar kalo isinya agak mirip juga ma thread saya. he3...
kalo gitu saya numpang komentar aja de boleh kan???
jadi kalo misalnya dihadapkan pada suatu pekerjaan dimana pilihannya adalah gaji tinggi, nyaman, n bisa berkembang. maka yang saya pilih pertama adalah nyamannya. soalnya jujur aja beberapa waktu lalu saya juga pernah kerja diperusahaan yang suasananya tidak nyaman.
memang gaji saya kecil ( tapi lebih dari cukup buat hidup bujangan se, he3... ) dan saya juga bisa berkembang pesat disana tapi ada faktor internal yang membuat suasana kantor tidak nyaman. awalnya saya juga berusaha enjoy aja tapi pada akhirnya tidak kuat juga karena saya ni tipe orang yang bekerja berdasarkan mood. kalo suasana kerja ga nyaman otomatis mood jelek n kerja jadi tidak optimal.
so nyaman adalah perimbangan saya yang pertama daripada gaji. soalnya saya masih bujangan n masih kepengen jadi bujangan makanya gaji yang mungkin dibilang kecil sesungguhnya lebih dari cukup juga buat saya, he3...
lain lagi kalo misal dah niat untuk berkeluarga, pasti saat itu orientasi kerja saya berubah jadi masalah gaji secara sebagai laki2 klan harus jadi kepala keluarga pencari nafkah, he3...
zaka
28th October 2008, 11:14 AM
hmm.. ceritanya mu realistis ah..
kalaw mau dikerucutkan...nyari kenyamanan.. pilihannya tinggal 2.. kerja sendiri (ngembangin bisnis sendiri.. cari kaya) atau kerja di tempat yang ngasi kesempatan belajar banyak... dengan sistem/peraturan sdm yang bagus..
vBulletin® v3.7.4, Copyright ©2000-2012, Jelsoft Enterprises Ltd.