ariendra2001
22nd October 2008, 09:51 AM
Bahan bangunan yang paling rentan dan mudah menimbulkan kejadian penyakit adalah atap dan cat! Tanya, kenapa...?
Semua orang sepertinya saat ini sudah menjadi lebih mengetahui bahwa atap rumah yang terbuat dari bahan asbes merupakan bahan bangunan yang dapat menimbulkan penyakit. Aku yakin 100% tidak akan memilih bahan bangunan ini untuk rumahku.
Pada beberapa orang yang pernah kuajak berdiskusi tentang hal ini, tentu saja mereka bukanlah dari kalangan orang kesehatan, alasan yang mereka utarakan karena bahan atap asbes mempunyai banyak keuntungan, diantaranya :
Bahannya ringan, tidak mudah rusak atau jebol, rumah menjadi lebih terasa sejuk karena sifat asbes yang tidak menyerap panas (dari matahari) dan tentunya juga harganya yang cenderung lebih murah dibandingkan bahan bangunan yang lain serta hampir semua toko bahan bangunan menjualnya (mudah didapatkan).
Oke...keunggulan asbes rasanya sulit ditandingi oleh bahan bangunan atap lainnya, semisal zincalume, aluminium, seng ataupun genteng beton.
Lantas bagaimana dengan efek samping pemakaiannya...? Lho, memangmya ada, seperti obat saja...?
Asbes dalam jangka pendek tak kan terlihat secara nyata / signifikan efek samping terhadap kesehatan kepada penghuni rumah. Efek jangka panjangnya...? Ada!!!
Pernah dengar ASBESTOSIS? Aku tak kan menjelaskan panjang lebar tentang hal ini. Karena memang dari sudut pandangku, justru dari sikap kita sebagai konsumen lah yang lebih penting, karena kita memakainya untuk bahan bangunan sebuah rumah! Baiti Jannati...
Asbestosis merupakan penyakit yang berbahaya. Menyerang paru-paru manusia. Bahkan dapat mengakibatkan kematian!
Proses kejadian itu berlangsung karena penghuni rumah yang bahan bangunan atapnya terbuat dari asbes akan selalu menghirup dan menelan partikel-partikel kecil yang tak terlihat oleh kasat mata yang berasal dari bahan asbes itu. Lho, atap asbes kan padat ? Terlihat padat. Karena proses penguapan, panas, dingin, hujan dan perubahan lainnya yang tak disadari pada atap asbes itulah yang menguraikan partikel padat asbes itu terurai menjadi partikel yang jauh lebih kecil seperti debu. Dan itu akan terikut terhirup saat penghuni rumah bernafas. Dan akhirnya menumpuk di bagian paru-paru kita.
Terbayangkan kan, bertahun-tahun hal semacam itu terjadi tanpa ada upaya untuk memberikan perlindungan khusus untuk paru-paru kita? Misalnya, masak sih kalau datang hujan, kita di dalam rumah kudu pake masker?
Semua orang sepertinya saat ini sudah menjadi lebih mengetahui bahwa atap rumah yang terbuat dari bahan asbes merupakan bahan bangunan yang dapat menimbulkan penyakit. Aku yakin 100% tidak akan memilih bahan bangunan ini untuk rumahku.
Pada beberapa orang yang pernah kuajak berdiskusi tentang hal ini, tentu saja mereka bukanlah dari kalangan orang kesehatan, alasan yang mereka utarakan karena bahan atap asbes mempunyai banyak keuntungan, diantaranya :
Bahannya ringan, tidak mudah rusak atau jebol, rumah menjadi lebih terasa sejuk karena sifat asbes yang tidak menyerap panas (dari matahari) dan tentunya juga harganya yang cenderung lebih murah dibandingkan bahan bangunan yang lain serta hampir semua toko bahan bangunan menjualnya (mudah didapatkan).
Oke...keunggulan asbes rasanya sulit ditandingi oleh bahan bangunan atap lainnya, semisal zincalume, aluminium, seng ataupun genteng beton.
Lantas bagaimana dengan efek samping pemakaiannya...? Lho, memangmya ada, seperti obat saja...?
Asbes dalam jangka pendek tak kan terlihat secara nyata / signifikan efek samping terhadap kesehatan kepada penghuni rumah. Efek jangka panjangnya...? Ada!!!
Pernah dengar ASBESTOSIS? Aku tak kan menjelaskan panjang lebar tentang hal ini. Karena memang dari sudut pandangku, justru dari sikap kita sebagai konsumen lah yang lebih penting, karena kita memakainya untuk bahan bangunan sebuah rumah! Baiti Jannati...
Asbestosis merupakan penyakit yang berbahaya. Menyerang paru-paru manusia. Bahkan dapat mengakibatkan kematian!
Proses kejadian itu berlangsung karena penghuni rumah yang bahan bangunan atapnya terbuat dari asbes akan selalu menghirup dan menelan partikel-partikel kecil yang tak terlihat oleh kasat mata yang berasal dari bahan asbes itu. Lho, atap asbes kan padat ? Terlihat padat. Karena proses penguapan, panas, dingin, hujan dan perubahan lainnya yang tak disadari pada atap asbes itulah yang menguraikan partikel padat asbes itu terurai menjadi partikel yang jauh lebih kecil seperti debu. Dan itu akan terikut terhirup saat penghuni rumah bernafas. Dan akhirnya menumpuk di bagian paru-paru kita.
Terbayangkan kan, bertahun-tahun hal semacam itu terjadi tanpa ada upaya untuk memberikan perlindungan khusus untuk paru-paru kita? Misalnya, masak sih kalau datang hujan, kita di dalam rumah kudu pake masker?