PDA

View Full Version : Bakar sampah - nasib bayi baru lahir


OneTo
29th December 2011, 10:29 PM
Selamat malam, saya baru masuk ke forum ini.
Saya sangat butuh bantuan mengenai masalah BAKAR SAMPAH. Perumahan yang saya tinggal, berseberangan dengan tetangga yang memiliki kebun yang luas dan rumah ini berdekatan dengan pabrik.

Saya sudah tinggal 2 tahun di perumahan ini, mulai dari anak pertama saya, yang belum bisa jalan sampai sekarang bisa lari.
Kondisi di lingkungan saya yang hanya berjarak 30m, batas tembok, dan setiap minggu, selalu bakar sampah 2-3 kali, yang keadaan terburuk adalah jam bakar sampah nya di malam hari, mulai dari jam 11malam(angin kencang) lalu setelah asap masuk SELURUH AREA RUMAH, asap akan hilang setelah jam 3 atau 4 pagi, terkadang sampai jam 6pagi.

Bulan depan anak kedua saya akan lahir, 13 Januari 2012, saya sangat berharap teman-teman disini bisa membantu memberikan saran untuk masalah sepele yang menjadi masalah besar bagi keluarga saya.

Beberapa solusi yang sudah saya coba lakukan :

1. Meminta pertolongan Developer, namun merka mengatakan ini diluar kemampuan kami krn di luar area perumahan.

2. Meminta pertolongan RT/RW/Kelurahan, jawaban mereka sama. Pabrik dan rumah yg memiliki kebun yang besar ini, sudah berdiri lama sebelum perumahan ini ada. Namun, saya coba menjelaskan bahwa warga perumahan kami, sangat terganggu dgn kondisi bakar sampah dimalam hari. Tapi mereka tetap tidak peduli.

3. Meminta pertolongan Polisi, ini saya lakukan satu bulan lalu, berharap ada nya solusi, karena saya memikirkan nasib keluarga saya. Awalnya polisi mengatakan bahwa BAKAR SAMPAH bukan masalah KEJAHATAN, dan saya hanya bisa berdiam, lalu saya menemukan sebuah UU, yg berbunyi tidak boleh membakar sampah. Saya bacakan kepada polisi itu, akhirnya dia mengatakan, BUAT SURAT DAN TANDA TANGAN 5 kepala keluarga di perumahan, kami akan kirim petugas. Setelah mendengar ini, saya langsung membuat surat dan siap saya print dan keliling perumahan, namun semua itu tidak dapat saya lakukan pada saat sahabat saya mengatakan, jangan sampai mereka (warga sekitar) malah berbalik mengancam dan berbuat hal jahat.

4. Saya berencana bangun sebuah CARPORT, sekaligus sebuah ruang yang tertutup RAPAT (seperti kamar hotel, semua tembok/ada kaca tapi tertutup RAPAT), namun setelah saya bertanya dengan kenalan arsitek, asap bisa masuk melalui atap. Saya langsung hopeless .. Padahal dengan membangun CARPORT ini saya berencana meminjam uang ke bank.

Mohon bantuan teman-teman, saya hanya punya waktu, 3 minggu.
Maaf jika terlalu panjang dalam menjelaskan kondisi saya.

RM Seta
30th December 2011, 01:30 PM
saran saya,
selesaikan secara kekeluargaan dulu.
bisa langsung berkomunikasi dengan pembakar sampahnya, atau bisa lewat pengurus rt/rw, kelurahan, camat.
jika tak mempan juga, ya langkah anda sudah benar, lapor polisi. mudah2an polisinya membantu dan adil dalam hal ini.

mungkin juga kita perlu melakukan sosialisasi tentang cara bakar sampah yang baik terhadap mereka. misalnya, ada tempat khusus untuk bakar sampah, dengan memiliki cerobong asap yang lebih tinggi dari kawasan perumahan. sy pernah lihat ini di jalan arteri pondok indah, dekat masjid pondok indah. asapnya keluar lewat cerobong dan tidak ke mana-mana karena langsung tertiup angin. ini mirip cerobong pabrik gt.

semoga membantu.

Yulian
31st December 2011, 11:08 AM
Sepertinya usaha OneTo sudah cukup banyak tapi belum ada hasil.

Saran saya pribadi..
1. Buat ruang di rumah yang tidak bisa dimasuki udara luar dan beri AC. Ini bermanfaat hingga jangka panjang walau uangnya pinjam dll.
2. Komunikasi lagi baik-baik dengan si Pembakar Sampah. Kata-kata harus diatur sehingga dia tidak akan tersinggung. Beri pengertian yang baik!
3. Bila nomor 2 tidak berhasil, maka dekati lagi RT/RW setempat utk bisa bujuk si Pembakar Sampah.
Bila masih belum berhasil maka cuekin saja, kan sudah punya ruangan berAC di rumah. Kalo perlu pindah rumah saja ke tempat yang lebih baik.
Nb. Lapor Polisi boleh bila si Pembakar Sampah keliatannya mengancam.



mungkin juga kita perlu melakukan sosialisasi tentang cara bakar sampah yang baik terhadap mereka. misalnya, ada tempat khusus untuk bakar sampah, dengan memiliki cerobong asap yang lebih tinggi dari kawasan perumahan. sy pernah lihat ini di jalan arteri pondok indah, dekat masjid pondok indah. asapnya keluar lewat cerobong dan tidak ke mana-mana karena langsung tertiup angin. ini mirip cerobong pabrik gt.

semoga membantu.

@ Pak Seta.
Sepertinya si Pembakar Sampah tidak perlu diajari bagaimana cara membakar sampah yang baik, apalagi bila dia nanti harus mengeluarkan uang. Kita kan tidak tahu siapa si Pembakar Sampah ini? Jangan-jangan orangnya sangar, badan besar, suka bawa senjata, temperamen tinggi pula.

Saya juga pnya masalah yang sama di sini yaitu masalah kandang ayam tetangga yang ganggu pemandangan, dan tetangga yang numpuk ratusan konblok bekas di halaman kita. Hadapi santai saja, tidak buat dia jadi sebel sama kita. Kita butuh mereka juga suatu saat nanti.

OneTo
1st January 2012, 05:58 PM
@RM Seta : Terima kasih atas masukan nya. Saya sudah pernah sounding ke developer, karena "mereka" masih memiliki tanah yang cukup luas, tapi mereka tetap tidak setuju.

@Yulian :
1. Mengenai pendekatan sudah dilakukan, lapor kepada RT/RW/KELURAHAN pun sudah dilakukan, namun sangat disayangkan mereka hanya menjawab : Pabrik dan rumah ini (yang memiliki kebunyg luas), sudah tinggal disini dibanding perumahan ini dan iya, nanti disampaikan" (sudah berlangsung 2 thn).

2. Pindah rumah, sempat terfikir untuk pindah, namum untuk melangkah mengambil rumah KPR, sudah saya hitung, dan saya tidak yakin dgn ekonomi keluarga yang saya miliki saat ini, terlebih lagi kondisi nya sedang sulit.