PDA

View Full Version : Mitos finishing ...


sthetix
6th August 2008, 08:26 AM
Kenapa ya, kalau di luar negri sudah tidak ditemukan finishing seperti semprot impra 2 komponen dsb? Pasti mereka pikir , dengan semprot2, bakal membahayakan tukang kan?

Mereka lebih memilih menggunakan bahan pelapis langsung jadi ..disamping rapih cepat pula.

Namun di Indonesia khususnya Bandung (yang saya temui) klien pada ga mau pakai jenis finishing seperti HPL karena mereka pikir itu Murahan dan ga ada seninya...

Bagaimana tanggapan kalian?

amamaru
6th August 2008, 08:48 AM
salam kenal, om sthetix

waah.. saya blum pernah studi banding ke luar negri untuk mslh finishing interior tuh, om..

membahayakan sih iya, tp dgn mempunyai environment yg bgs hal itu bisa diminimalisir,
at least masker kudu dipakai pas tahap finishing..

HPL sering saya gunakan sebagai alternatif finishing utk menyesuaikan dgn budget. memang, skrg banyak hpl yg bagus, mulai dr motif hingga ada yg bertekstur
tp mungkin krn itu pabrikan n org yg minta custom interior biasanya ingin beda
dgn yg ada dipasaran maka hpl krg diminati..
mungkin mrk pikir kl mo cr yg begituan mah tinggal beli lemari yg sdh jd, di super-
market jg banyak.. tp blk lg itu sih masalah pilihan..

kayd_satria
6th August 2008, 10:45 AM
masalahnya kalo HPL tu masih sering kurang rapi hasilnya terutama pada daerah pinggirnya. jadi keliatan banget gitu bekas tempelannya. cuma herannya kok kalo liat desain luar mereka bisa rapi ya bagian pinggirnya.
da yang bisa kasih solusi???

kenny
6th August 2008, 03:12 PM
masa sih kalo dari luar itu banyak yang pake polesan bukan semprot? justru finishing furniture indonesia malah bagus2 yang impor, bukan? seperti PU yang dari Itali itu, (akh saya sok tahu saja)... kalo masalah safety saat penyemprotan bisa diatasi dengan prosedur kerja bengkel, seperti masker, sarung tangan, dll.

HPL bisa menjadi alternatif pilihan, coraknya juga bagus2 dan pengerjaan yang relatif cepat. Hanya saja, mungkin orang kurang suka karena terlihat fake or palsu dan kadang kurang rapih.

Saya sendiri pernah mengerjakan project interior menggunakan HPL dengan finishing HPL menggunakan edging, hasilnya rapih2 aja dan bagus, mungkin itu salah satu solusi. :cool:

sony_k
18th November 2008, 05:17 PM
salam kenal om2 dan para sesepuh disini ya. Memang bener tuh om, saya juga ngalami kalau pakai hpl pinggirannya sering kurang rapih, dan kalau paki edging seringnya hitam2 karena lem. Ada solusinya nga om

acengmn
22nd November 2008, 04:45 AM
Kalau kita lihat di website furniture dari luar negeri, mereka juga masih banyak yang menggunakan finishing dengan cara semprot/spray, cuman ya mereka pasti menggunakan peralatan yang lebih advanced untuk meminimalisir dampak terhadap lingkungan dan kesehatan operatornya (he he he sok tau juga ya).

Nah kalo di kita, bicara finishing mebel kayaknya nggak akan jauh-jauh dari melamik (yang pake obat) yang disemprot itu. Melamik ini setauku baunya pedas, jadi kalo ruang kita baru diisi mebel yang difinishing melamik, buka aja tuh semua jendela yang ada, kalo gak, mata kita bisa ber-air lho karena pedes (hehehe gimana kalo gak ada jendela ya).

Sebenarnya ada beberapa bahan finisihing yang bisa jadi alternatif, yaitu melamik yang gak pake obat dan PU (pake obat juga). Mebel yang pake bahan bahan finishing ini gak akan pedes baunya seperti melamik

smurfette
25th November 2008, 12:58 PM
mo tanya dunk, kenapa finishing dr luar keliatan mewah ya bro/sis?

RM Seta
25th November 2008, 01:09 PM
setau saya emang bahannya beda ya. terus aplikasinya juga beda. jd hasilnya ya pasti beda lah.

smurfette
25th November 2008, 01:32 PM
kita ga bisa belajar dr luar or emang bahannya ga ada disini y, soalnya saya penasaran bgt nich, klo kualitas kayu kan kita lebih baik tapi klo jatuh ke finishing kok harganya bisa jauh ya.

kinanthi Gallery
3rd December 2008, 07:48 AM
mo tanya dunk, kenapa finishing dr luar keliatan mewah ya bro/sis?

sebenarnya ndak juga, kadang kita ndak tahu kalo sebenarnya mereka ndatangkan dari kita(finishing yang ngerjain kita). cuman mereka pinter combine asesories (hardware, cushion), tata letak yang bagus.
buktinya negeri kita ini eksport ke luar dengan qtty yang banyak juga?

kinanthi Gallery
3rd December 2008, 10:33 AM
pada dasarnya, semua coating 2 komponen semua pake obat, Kalo melamine pasti tetep pedes dimata. emang disarankan untuk rumah yang minim sirkulasi udara jangan pakai furniture dengan finishing melamine. lebih baik pakai NC, ato kalp pingin yang kuat ato nutup serat ya pakai aja PU. ok

acengmn
23rd December 2008, 09:20 PM
sebenarnya ndak juga, kadang kita ndak tahu kalo sebenarnya mereka ndatangkan dari kita(finishing yang ngerjain kita). cuman mereka pinter combine asesories (hardware, cushion), tata letak yang bagus.
buktinya negeri kita ini eksport ke luar dengan qtty yang banyak juga?

Yup setuju sekali, keterampilan tukang2 finishing kita bisa diandalkan, begitu juga dengan bahan finishingnya, hampir sudah ada semua di kita. Mau melamik, mau NC atau PU semuanya sudah ada di toko-toko. Emang si, mungkin kita masih kalah di finishing equipment-nya, tapi walaupun demikian, saking jagonya tukang finishing kita toh kualitasnya masih bisa bersaing (gak kebayang kalau equipment-nya juga ok ya, jadi "Raja" kali kita hehehe)

Enung NMansyur
18th February 2009, 11:44 PM
Diskusi ttg masalah ini menarik bgt, sy juga sering punya pertanyaan.

zaka
19th February 2009, 10:32 AM
Saya sendiri pernah melihat hasil beberapa workshop dalam memasang hpl. Dan benar sekali kawan-kawan!... Tingkat kerapihannya beda-beda. Dan yang paling canggih, salah satu workshop furnitur (spesialisasi dapur) di kawasan karawang sudah memakai mesin dalam memasang hpl. Tapi ada juga workshop tertentu hasilnya rapih juga, walau dengan buatan tukang. Balik lagi, skill tukang sangat menentukan.

Mungkin perlu ada sertifikasi untuk tukang-tukang khusus finishing, sama seperti halnya sertifikasi ahli las baja untuk gedung-gedung bertingkat. Bagaimana HDII?

kinanthi Gallery
21st February 2009, 11:02 PM
sebenarnya finishing itu banyak factor yang menentukan, hal yang paling dasar dalam kualitas finishing adalah "amplas", yang akan sangat menetukan akan kualitas, konsumsi material dan hasil akhir.
cuman yang ndak kalah penting adalah pemahaman tentang bahan yang dipakai dan kebutuhan akan jenis finishing akhir yang dimau, lebih mementingkan kekuatan, keindahan, antiq ato lainya, karena hal itu akan sangat menentukan proses selanjutnya,...

support_77
2nd June 2009, 03:57 PM
Siang teman-teman,
Anda membutuhkan kertas amplas dan batu gurinda dengan kualitas prima dan harga bersaing ?
Silahkan cek ke Euro Abarsives untuk keterangan lebih lanjut.

Terima kasih,
Yenni, untuk Abrasive Indonesia.

anastasia
3rd June 2009, 10:42 AM
Siang teman-teman,
Anda membutuhkan kertas amplas dan batu gurinda dengan kualitas prima dan harga bersaing ?
Silahkan cek ke Euro Abarsives (http://www.euroamplas.com) untuk keterangan lebih lanjut.

Terima kasih,
Yenni, untuk Abrasive Indonesia (http://www.euroamplas.com).

Kertas amplas dan batu gurinda apa sih, Mas Support 77? :p

widiawan
22nd May 2011, 10:18 AM
Kalau kita lihat di website furniture dari luar negeri, mereka juga masih banyak yang menggunakan finishing dengan cara semprot/spray, cuman ya mereka pasti menggunakan peralatan yang lebih advanced untuk meminimalisir dampak terhadap lingkungan dan kesehatan operatornya (he he he sok tau juga ya).

Nah kalo di kita, bicara finishing mebel kayaknya nggak akan jauh-jauh dari melamik (yang pake obat) yang disemprot itu. Melamik ini setauku baunya pedas, jadi kalo ruang kita baru diisi mebel yang difinishing melamik, buka aja tuh semua jendela yang ada, kalo gak, mata kita bisa ber-air lho karena pedes (hehehe gimana kalo gak ada jendela ya).

Sebenarnya ada beberapa bahan finisihing yang bisa jadi alternatif, yaitu melamik yang gak pake obat dan PU (pake obat juga). Mebel yang pake bahan bahan finishing ini gak akan pedes baunya seperti melamik


Kalau finishing melamic terasa pedas berarti itu bahan pengeringnya terlalu banyak..

globaloptima
25th November 2011, 04:52 PM
Saya sendiri pernah melihat hasil beberapa workshop dalam memasang hpl. Dan benar sekali kawan-kawan!... Tingkat kerapihannya beda-beda. Dan yang paling canggih, salah satu workshop furnitur (spesialisasi dapur) di kawasan karawang sudah memakai mesin dalam memasang hpl. Tapi ada juga workshop tertentu hasilnya rapih juga, walau dengan buatan tukang. Balik lagi, skill tukang sangat menentukan.

Mungkin perlu ada sertifikasi untuk tukang-tukang khusus finishing, sama seperti halnya sertifikasi ahli las baja untuk gedung-gedung bertingkat. Bagaimana HDII?

Ya setuju...
memang tukang memegang peranan penting...
tapi pekerjaan tukang akan memakan waktu yg lama bila tidak didukung oleh fasilitas yg memadai...

http://www.global-optima.com/